Quran 23:19

19
فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِ جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
jafar's blog

Jual produk Microsoft Original dengan harga miring

Windows Apakah anda sedang mencari produk original dari microsoft seperti Windows Vista atau Microsoft Office 2007 yang original dan dengan harga yang lebih miring dibanding toko lainnya?

jualanmic.blogspot.com akan memberikan anda produk-produk original dari Microsoft dengan harga yang cukup miring dibandingkan harga di toko.

Produk apa saja yang ada di jualanmic.blogspot.com?

Kebersamaan dan kesetiaan tidak bisa dibeli oleh materi

Materi memang bisa membawa kesenangan tapi materi tidak bisa menjamin bahwa akan hadir kebersamaan dan kesetiaan.

Meskipun manusia membutuhkan materi tapi jika seandainya kita bisa memilih mungkin kita akan condong untuk memilih kebersamaan dan kesetiaan.

Terkadang materi memang bisa 'melupakan' kita akan betapa nikmatnya sebuah kebersamaan dan kesetiaan. Seperti halnya yang terjadi pada salah seorang kerabat saya.

Pertemanan bagai sakura

Akhir-akhir ini telinga kita mungkin terbiasa mendengar lagu yang bermakna 'Persahabatan bagai kepompong'. Hampir tiap hari di kantor teman kerja saya memutar lagu itu dan setiap lagu itu diputar saya koq semakin bingung kenapa band itu membuat lirik lagu dengan menyebut persahabatan bagai kepompong.

Dimana ya hubungannya antara persahabatan dan kepompong?

Tapi sudahlah, mungkin band tersebut memiliki pemikiran lain tentang kepompong itu.

Kalau bagi saya (pendapat sendiri ya) memaknai pertemanan seperti sakura.

Niat yang bukan setengah niat (baru mau)

Apa bedanya niat dengan setengah niat (baru mau)?

Entah sesuai atau tidak tapi menurut saya pribadi niat itu adalah suatu keinginan kuat yang diiringi dengan perencanaan-perencanaan yang matang sedangkan setengah niat adalah keinginan yang ada di otak tapi sama sekali belum ada perencanaan-perencanaan bagaimana untuk mewujudkan niat tersebut.

Intinya kalo menurut saya setengah niat itu dapat diistilahkan dengan 'baru mau'. Jadi karena 'baru mau' akhirnya kejelasan untuk mewujudkan niat itu menjadi tidak jelas.

Dikhianati teman sendiri

'Teman', bisa berarti teman di lingkungan rumah tempat kita tinggal, bisa berarti teman di sekolah/kampus atau bisa jadi juga teman kerja kita.

Teman yang baik tentu tidak akan 'berkhianat' bukan.

Dan itulah idealnya sosok seorang teman yang 'tidak akan berkhianat'. Kata berkhianat disini bukan dalam makna yang 'seram' tapi dalam situasi seperti tiba-tiba teman kita membatalkan janji pergi ke suatu tempat yang sudah dirancang lama karena dia merasa ada urusan lain yang lebih utama atau situasi ketika kita dikhianati karena teman yang kita tunggu-tunggu yang katanya akan makan bareng-bareng tapi ternyata setelah ditunggu-tunggu lama dia cuma berucap 'Ooo, sempat makan dulu tadi dijalan' padahal kita rela menunggu dia.

Surga bukan hanya milik mereka yang taat 'beribadah' saja

Surga bukan hanya dihuni oleh mereka yang taat 'beribadah' saja.

Kalimat diatas adalah semata-mata pemikiran saya saja dan apakah pemikiran diatas juga dapat muncul dalam pemikiran anda ketika anda membaca cerita dibawah ini:

Saya memiliki tetangga, dia seorang pria yang sudah berkeluarga. Dia tinggal bersama kedua orangtuanya yang sudah berusia lanjut.

Sosok pria tetangga saya itu dari luar tidaklah terlihat istimewa, pekerjaan sehari-harinya hanya seorang karyawan di salah satu pabrik di dekat rumahnya. Sifat dan sikapnya pun tidak terlalu ada yang menonjol, frekuensi ibadahnya pun tidak tergolong seseorang yang 'rajin' bolak-balik ke masjid dan ia juga bukan seseorang yang rajin menghadiri pengajian atau majelis ta'lim.

Berharap menjadi orang baik atau orang pintar?

Bagaimana jika ada 2 pilihan yang ditanyakan kepada kita dan tentu saja kita hanya diperbolehkan untuk memilih satu dari 2 pilihan yang ada tersebut (ga boleh dua-duanya). Hehe.

Bagaimana jika pertanyaan itu adalah:

"Lebih milih mana untuk anak kita apakah berharap menjadi seorang yang baik atau menjadi seorang yang pintar?"

Sambil anda menjawab pertanyaan diatas ada baiknya membaca juga sebuah cerita dari teman saya yang kebetulan nyambung dengan pertanyaan diatas.

Boys may cry

Pagi itu teman saya mulai bercerita tentang sosok kakaknya yang seorang polisi. Kakak yang ia kenal dengan sifatnya yang keras, tegas dan cuek.

Kakaknya datang ke rumahnya sekitar jam 8 malam. Malam itu wajah dan fisik kakaknya terlihat begitu lelah. Setelah sebentar melepas lelah di kursi akhirnya kedua kakak beradik itu terlibat pembicaraan yang serius.

Sosok 30 tahunan yang memanggil-manggil nama saya

"Dik..Dik..Dik" suara itu terdengar dari kejauhan terucap dari seorang juru parkir di depan salah satu Apotik dekat rumah saya. Agak terkejut juga ketika saya melihat ternyata suara itu datang dari arah si juru parkir. Saya merasa tidak mengenal dia tapi orang itu terus saja memanggil. Saya coba tengok ke belakang khawatir orang itu justru memanggil orang yang ada di belakang saya dan ternyata tidak ada satu orang pun yang merasa dipanggil.

Lalu saya hampiri orang itu untuk memastikan apakah benar orang yang ia panggil itu saya.

Manusia dengan 20 kartu kredit

'Manusia dengan 20 kartu kredit', begitu saya menyebut salah seorang teman saya yang secara kebetulan pada hari Sabtu lalu kita bertemu di sebuah Mall di daerah Serpong Tangerang.

Dia adalah teman saya ketika masih sama-sama kuliah dulu dan juga sekaligus teman satu perusahaan (dulunya) meskipun kita beda divisi.

Syndicate content